Selasa, 01 Juli 2014

Waktu Tepat Pemberian Madu untuk Anak

Vicka Farah Diba
Sebagian besar Ibu senang memberi madu sejak dini bahkan beberapa sejak lahir, dengan alasan banyak manfaatnya untuk kesehatan ataupun sebagai pengganti gula. Namum untuk saat ini, American Academy of Pediatrics ( AAP ) masih menentang pemberian madu pada bayi dibawah usia 1 tahun dan menerapkan aturan pemberian madu untuk anak diatas 1 tahun.
Madu untuk Bayi diatas usia 1 tahun
Sejak tahun 2008, banyak perubahan yang telah dibuat mengenai “aturan” kapan bayi atau anak dapat mengkonsumsi makanan tertentu. Namun berbeda dengan MADU, sampai saat ini sebagaimana dinyatakan dalam AAP Pediatric Nutrition Handbook ”Bayi berusia kurang dari 12 bulan harus menghindari semua sumber madu”. Pernyataan tersebut cukup menjelaskan bahwa apa pun yang mengandung madu harus dihindariuntuk anak di bawah usia 1 tahun. Segala macam bentuk madu tersebut meliputi ; madu murni, madu mentah, makanan mengandung madu (sereal, biskuit) dan makanan yang diolah dengan madu (dimasak atau dipanggang) .
Mengapa Madu ditunda?
Alasan untuk menunda madu pada bayi kurang dari 1 tahun bukan karena kekhawatiran kemungkinan terjadinya alergi makanan atau tersedak, akan tetapi oleh karena adanya penyakit yang cukup serius yaitu Botulisme Bayi (Infant Botulisme). Meskipun kejadiannya jarang tetapi Botulisme dapat berdampak hebat, karena dapat menyebabkan kelemahan/paralisis otot, termasuk otot pernafasan, sehingga si Kecil akan mengalami gangguan pernafasan yang akhirnya bisa berujung kepada kematian.
Botulisme bayi disebabkan oleh karena bayi menelan makanan yang terkontaminasi spora Clostridium Botulinum. Spora tersebut menyebabkan tumbuhnya bakteri dalam usus bayi, sehingga menghasilkan toksin Botulisme dalam usus. Biasanya makanan yang terkontaminasi spora adalah makanan yang tidak diolah dengan baik atau makanan kaleng yang sudah expired. Selain makanan yang terkontaminasi, ternyata madu merupakan media yang baik untuk tumbuhnya spora C Botulinum. Akan tetapi mengapa konsumsi madu bisa berbahaya pada bayi, sedangkan pada anak yang lebih besar atau orang dewasa tidak?Jawabannya terletak pada kematangan saluran pencernaan bayi. Bayi dibawah usia 1 tahun belum memiliki intensitas asam yang cukup dalam sistem pencernaan untuk menangkis racun Bakteri Clostrium Botulinum. Sehingga dapat mengakibatkan keracunan.
Tanda dan gejala Botulisme bayi :
  • Gejalanya biasa muncul sekitar 8 – 36 jam setelah si Kecil mengonsumsi madu.
  • Konstipasi
  • Wajah datar
  • Gerak tidak aktif
  • Reflek hisap lemah
  • Kesulitan menelan
  • Hipersalivasi
  • Kelemahan otot
  • Gangguan pernapasan
Diagnosis Botulisme : 
  • Botulisme sering salah didiagnosis dengan penyakit polyradiculoneuropathy seperti Guillain-Barre, Myasthenia gravis, atau penyakit sistem saraf pusat lainnya. Namun berbeda dengan penyakit kelumpuhan saraf lainnya, Botulisme mempunyai manifestasi awal kelumpuhan kranial yang lebih menonjol. Kelumpuhan otot akan menjalar ke bawah secara simetris hingga dapat mencapai otot pernapasan. Botulisme tidak diikuti dengan gangguan syaraf sensorik.
  • Diagnosis pasti bila toksin Botulisme ditemukan pada darah, tinja, bilasan lambung atau makanan yang telah dimakan. Dapat juga dilakukan kultur bakteri C Botulinum pada tinja, makanan atau luka.
Segera bawa si Kecil ke dokter bila :
  • Terlihat lemas bahkan untuk mengangkat kepalanya pun tidak mampu
  • Terlalu lemah untuk menangis atau mengisap
  • Sulit buang air besar
  • Tidak dapat menelan
  • Terlihat sulit bernafas/sesak
Penanganan Botulisme :
  • Segera bawa si Kecil ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat
  • Jika si Kecil terdiagnosis keracunan botulisme, maka akan segera dilakukan beberapa tindakan, termasuk kuras lambung dan/atau pemberian antiracun sesuai indikasi
  • Dalam keadaan khusus, dapat diberikan Antitoksin intravena yang dapat menghalangi aktivitas toksin Botulisme. Hal ini dapat membantu meringankan gejala jika diberikan pada awal proses infeksi .
  • Antibiotik tidak terlalu membantu dalam kasus keracunan makanan oleh karena Botulisme, namun dapat digunakan dalam pengelolaan luka Botulisme. Antibiotik umumnya tidak boleh digunakan dalam kasus Botulisme pada bayi .
  • Pada kasus berat, kadang diperlukan mesin bantu napas pada anak
Pencegahan Botulisme : 
  • Sampai saat ini belum tersedia vakin untuk mencegah Botulisme sehingga The American Academy of Pediatrics ( AAP ) merekomendasikan untuk tidak memberikan madu pada bayi kurang dari 12 bulan(Madu aman untuk anak diatas 1 tahun)
  • Selain itu persiapkan makanan dengan baik untuk mencegah Botulisme seperti :
  • Jangan mengkonsumsi makanan kaleng yang sudah tidak baik atau sudah expired
  • Didihkan makanan minimal selama 10 menit untuk menghancurkan racun Botulisme
  • Jangan memberi makanan yang telah jatuh atau dimuntahkan anak
  • Buang wadah makanan yang sudah menggembung. Makanan tersebut kemungkinan dapat mengandung gas yang diproduksi oleh C Botulinum
Pro dan Kontra
Tentu saja ada banyak pendapat yang menyatakan bahwa pedoman ini terlalu berhati-hati. Mereka mungkin dapat menunjukkan fakta bahwa budaya-budaya lain di luar Amerika Serikat sudah memperkenalkan madu untuk bayi secara teratur dan kejadian Botulisme pada bayi akibat paparan madu sangat kecil. Di Amerika Serikat sendiri, pedoman ini dilatar belakangi berdasarkan laporan statistik yang menyatakan bahwa kurang dari 100 kasus Botulisme pada bayi dilaporkan setiap tahun dan membutuhkan perawatan di RS. Sejarah juga mencatatat pada tahun 1976 – 1983 dijumpai 395 kasus Botulisme pada bayi yang dilaporkan ke Pusat Pengendalian Penyakit. Sebagian besar bayi tersebut harus dirawat inap untuk pemulihan dan sayangnya 11 dari bayi meninggal dunia.
Pada prinsipnya, pedoman ini TIDAK MELARANG pemberian MADU, Madu sendiri merupakan salah satu jenis “obat” alami yang sudah terbukti khasiatnya. Pedoman ini mengatur kapan WAKTU YANG TEPAT pemberian MADU, yaitu untuk anak DIATAS USIA 1 TAHUN. Jika orangtua tetap akan memperkenalkan madu sebelum bayi mencapai usia 1 tahun, pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak Anda dan dengarkan apa yang mereka sarankan .
Sumber ;
  • Botulism: Diagnosis & Laboratory Guidance for Clinicians, CDC
  • Botulism, Healthy Children.org (AAP)

    Artikel ini disalin dari : http://dib-online.org/waktu-tepat-pemberian-madu-untuk-anak/

0 comments :

Posting Komentar

 
Design by Rekan Indonesia | Bloggerized by joel75 - Kolektif Pimpinan Pusat